Monday, 18 February 2019

Manajemen Heatstress Pada Broiler

Heatstress dalam ayam pedaging adalah suatu kondisi ketika binatang mengalami kesulitan menjaga keseimbangan produksi dan pembuangan panas tubuh. Ayam akan menghasilkan panas dan membuang tubuh kelebihan panas dalam cara yang terkontrol dalam zona thermonutral sehingga suhu tubuh konstan. Kapan suhu mencapai suhu kritis atas, peningkatan aktivitas disipasi panas melalui penting.

Terengah-engah adalah respons normal panas dan dianggap masalah kesejahteraan hewan. Peningkatan frekuensi meningkat sesuai dengan peningkatan suhu. Produksi panas melebihi panas maksimum kehilangan kemampuan (panas maksimum kerugian) penyebab kematian setelah ayam menunjukkan stres panas (akut) atau jangka panjang (kronis) panas stres. Suhu tubuh ayam harus dijaga sekitar 39.9 derajat Celcius 41 derajat Celcius, ayam akan mati jika suhu tubuh meningkat oleh 4 derajat C atau lebih (Defra, 2005).

Heatsress kasus dalam bidang sangat umum bahkan untuk sebagian besar tahun (untuk Kalim dan Tengah) dan cukup banyak merugikan petani, terutama mereka yang masih menggunakan lampiran sistem terbuka (open pens). Hal ini memang ireversibel karena itu tergantung pada kondisi iklim dan cuaca yang mempertimbangkan bahwa Indonesia adalah salah satu dari negara-negara yang dilalui oleh khatulistiwa sehingga suhu siang hari dapat mencapai 37 derajat C.

Hatsress memiliki dampak pada penurunan / melambat dari berat badan pedaging ketika mengalami heatsress, maka secara naluriah ayam akan mengurangi konsumsi pakan ternak dan mengkonsumsi lebih banyak air, ini dapat menyebabkan resiko kerusakan usus yang semakin tinggi, ini adalah respon dari ayam pedaging untuk mengatasi perubahan dalam suhu lingkungan yang terjadi. Sebaliknya, jika cuaca terlalu dingin kemudian konsumsi pakan akan meningkat dan konsumsi air minum akan menurun, karena ayam pedaging memerlukan lebih banyak energi untuk menghasilkan panas tubuh, ini biasanya rentan terhadap ayam dalam kacang 1 sampai 4 hari (rentan terhadap stres dingin).

Ada beberapa tips tentang cara untuk berurusan dengan heatstress di ayam pedaging, termasuk:
Pengobatan selama murung
Hal-hal yang harus diperhatikan adalah pada usia 1-4 hari, murung suhu harus nyaman sesuai dengan kebutuhan standar ayam, setelah bahwa pada hari-hari 5-7, murung suhu dapat dinaikkan sedikit dari kebutuhan standar ayam, tujuan ini pengobatan adalah untuk membuat ayam terbiasa dengan suhu tinggi dimana otot perut dan dada bagian bahwa dukungan sistem pernapasan akan terbentuk dengan baik, sehingga ketika dari 3 untuk 5 minggu ayam terbiasa dan tidak terkejut pada panas tinggi stres / suhu. Dengan cara ini ada tidak ada penelitian yang spesifik berdasarkan pengalaman petani di lapangan.

Memberikan Baking Soda (natrium bikarbonat)
Memberikan baking soda juga dapat membantu ayam pedaging yang berurusan dengan stres, dengan harapan bahwa ayam mengkonsumsi banyak air sebelum heatsress berarti bahwa baking soda harus diberikan 2-3 jam sebelum heatstress, di sini petani harus jeli tentang kondisi ayam, berarti petani harus memahami ketika heatstress akan terjadi. Baking soda juga membantu mencairkan tebal darah dalam ayam pedaging. Darah mengental biasanya terjadi selama heatstress mana ayam pedaging mengalami overheat yang terlalu cepat sehingga itu akan membuang-buang banyak CO2. Dosis memberikan baking soda sebanyak 3-4 g / Lt minum air.

Berjalan di sekitar ayam di kandang
Tujuan dari kaki ini adalah daging ayam untuk bergerak dan siap untuk berurusan dengan heatstress dan dilaksanakan 2 jam sebelum hatstress terjadi, dengan memindahkan ayam akan mengalami penurunan suhu tubuh sehingga ketika tiba heatstress ayam sudah siap , jika analog sama seperti orang-orang yang pemanasan sebelum berolahraga.

Mengurangi kepadatan kandang sebesar 10% dari total populasi
Pengurangan ini dilakukan sehingga ruang dalam kandang sedikit longgar sehingga ketika heatstress terjadi ayam dapat beradaptasi dengan cepat. Hal ini juga berguna untuk menghindari kepadatan jelas disebabkan oleh sinar matahari memasuki kandang, biasanya di kandang yang tidak sesuai dengan arah matahari terbit dan terbenam.

Sisanya Feed (RF)
Sisanya Feed atau metode pemberian dengan sistem puasa, metode ini bertujuan untuk menghindarkan kerugian akibat heatsress siang hari mana ayam tidak mampu menyerap nutrisi yang optimal, jika dipaksa untuk diberi makan di jam heatstress, kita dapat yakin feed dimakan oleh ayam tidak diserap ke dalam daging, puasa biasanya dimulai 2 jam sebelum heatstress terjadi yang merupakan sekitar 10:00 / 11:00 dan diberi pakan lagi di 16:00, maka feed yang tidak digunakan selama hari dialihkan pada malam hari ketika suhu rendah. Tetapi menurut penulis, metode ini perlu sedikit diubah, yaitu

Biosecurity Optimal Untuk Pencegahan CRD

perubahan musim dari musim kemarau ke musim penghujan dapat menyebabkan berbagai macam permasalahan. Hal ini dikarenakan karena perubahan cuaca yang semula panas menjadi dingin. musim kemarau menyebabkan kelembaban yang sangat rendah. Tapi sebaliknya musim penghujan menyebabkan kelembaban yang tinggi. salah satu kendala yang dapat menghambat populasi adalah berjangkitnya penyakit crd. penyakit crd sangat merugikan para petani.
CRD dapat menyebabkan berkurangnya kekebalan tubuh. hal ini mengakibatkan berbagai macam penyakit lain mudah untuk masuk. sebaiknya crd dicegah dari awal dengan biosecurity yang optimal.  CRT mudah sekali menular. crd bisa mengakibatkan menurunnya produktivitas. CFC dikenal dengan penyakit ngorok Penyakit ini ditandai dengan eksudat kataral yang keluar dari lubang hidung. pada tahap selanjutnya crd dapat mengakibatkan gangguan pada sistem pernafasan.

Manajemen Heatstress Pada Broiler

Heatstress dalam ayam pedaging adalah suatu kondisi ketika binatang mengalami kesulitan menjaga keseimbangan produksi dan pembuangan panas ...